
Malang, 7 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah–‘Aisyiyah (KKN MAS) Kelompok 16 memberikan edukasi kepada 64 siswa kelas VII SMPN 4 Singosari Satu Atap, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (7/8/2026).
Edukasi tersebut membahas tiga topik, yakni bullying, kecerdasan moral, serta kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual. Materi dipilih untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai hubungan dengan sesama, pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari, serta pentingnya menjaga diri dan memahami batasan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Kegiatan diawali dengan perkenalan anggota KKN MAS Kelompok 16 dan ice breaking untuk membangun suasana belajar yang lebih interaktif. Sebelum penyampaian materi bullying, siswa juga mengikuti pre-test untuk mengetahui pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan diberikan.
Dalam sesi bullying, siswa diperkenalkan pada pemahaman mengenai perilaku perundungan serta pentingnya membangun hubungan yang baik dengan sesama. Sementara materi kecerdasan moral diarahkan pada pengenalan nilai-nilai yang dapat digunakan siswa dalam berperilaku dan mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun materi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual diberikan untuk memperkenalkan pentingnya menjaga diri serta memahami batasan dalam berinteraksi dengan orang lain. Penyampaian materi disesuaikan dengan konteks peserta didik usia remaja awal.
Edukasi Diselingi Demonstrasi Pemanfaatan Ampas Tebu
Selain materi edukasi, mahasiswa KKN MAS Kelompok 16 memperkenalkan Kribu, produk berupa keripik yang dibuat dari ampas tebu.
Demonstrasi tersebut menjadi bagian dari pengenalan program kerja kelompok dalam mengolah ampas tebu menjadi produk yang memiliki nilai guna. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada salah satu contoh pemanfaatan limbah yang dikembangkan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.
Setelah penyampaian materi dan demonstrasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah siswa berpartisipasi dengan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Mahasiswa memberikan hadiah kepada siswa yang turut berpartisipasi dalam sesi tersebut.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa KKN MAS Kelompok 16 dan para siswa.
Dari Edukasi Remaja hingga Respons terhadap Persoalan Lingkungan
Kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program KKN MAS Kelompok 16 di Desa Wonorejo. Selain edukasi bagi siswa dan pengembangan Kribu, kelompok tersebut juga memiliki program kerja berupa pembuatan Rocket Stove.
Program tersebut disusun dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan Desa Wonorejo yang disebut belum memiliki tempat pembuangan sampah akhir. Melalui program tersebut, mahasiswa berupaya merancang kegiatan yang berkaitan dengan persoalan lingkungan di wilayah tempat mereka melaksanakan KKN.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan pendekatan KKN yang tidak hanya berfokus pada satu bidang, tetapi berupaya merespons kebutuhan mitra melalui program edukasi, pemanfaatan potensi lokal, serta isu lingkungan.
KKN MAS sebagai Ruang Kolaborasi Perguruan Tinggi
KKN MAS merupakan program kolaborasi perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia. Pada 2026, kegiatan KKN MAS dilaksanakan di wilayah Malang Raya dan melibatkan 59 perguruan tinggi PTMA, dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai tuan rumah.
Anggota KKN MAS Kelompok 16 berasal dari Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah PKU Surakarta, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Universitas Muhammadiyah Cirebon, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Sinjai, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Muhammadiyah Palu, dan Universitas Ahmad Dahlan.
Kelompok tersebut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Retno Firdiyanti, S.Psi., M.Psi.
Adapun anggota Kelompok 16 terdiri atas Akhmadani Bahaillah, M. Fariel Syima, Syifa Nur Azizah, Nina Widyastuti, Fuan Maharani, Putri Fitria Rizki, Fiona Anastasia, Ahmad Faisal, M Hiba Bruce Basmallah, Andi Asmin Palinrangi, Ahtaka Isyana Zahra Zen, Putri Salzabila, Andayani, dan Kanaya Nessandra Ays Ray.
Menghubungkan Pengetahuan Kampus dengan Kebutuhan Masyarakat
Pelaksanaan KKN MAS Kelompok 16 juga dapat dilihat dalam konteks Kampus Berdampak, yakni ketika proses pendidikan di perguruan tinggi diterjemahkan ke dalam kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Edukasi mengenai bullying, moral, dan kesehatan reproduksi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan kemampuan komunikasi dan pengetahuan yang mereka miliki kepada peserta didik. Di sisi lain, pengembangan Kribu dan Rocket Stove menunjukkan upaya mahasiswa mengembangkan program berdasarkan potensi serta kondisi lingkungan di lokasi KKN.
Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat dan sekolah sebagai mitra dalam proses pengabdian. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk menjalankan program, tetapi juga belajar mengidentifikasi persoalan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta merancang kegiatan yang sesuai dengan kondisi setempat.
Dengan demikian, KKN menjadi salah satu ruang bagi perguruan tinggi untuk mempertemukan pembelajaran, pengabdian, kolaborasi, dan pemecahan persoalan di masyarakat.
Pelaksanaan rangkaian kegiatan KKN MAS Kelompok 16 mendapat dukungan dari Panitia Pusat dan Lokal KKN MAS 2026, Konsorsium LPPM PTMA, Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dosen pendamping, serta seluruh mahasiswa yang terlibat.
